Saat ini Forex merupakan pasar keuangan terbesar di dunia. Dengan perputaran sd 2T Dollar per hari, membuat pasar forex sangatlah masif, paling besar dan paling liquid dibandingkan jenis perdagangan portfolio manapun(saham, indeks, komoditi, dsb). Didukung dengan kemajuan teknologi internet sekarang, dunia trading forex online sangat meledak saat ini di internet. Banyak orang melakukan trading forex online dari rumah/manapun, sebagai alternatif mencari income tambahan. Mereka melihat forex sebagai alternatif perdagangan selain (saham,indeks,komoditi).
Dengan banyaknya broker forex saat ini, orang bisa ikut dalam trading forex walau dengan modal kecil. Dengan hanya 100$ pun bisa, bahkan ada broker-broker tertentu yg memberikan modal gratis.
Peluang Pendapatan Dari Forex
Dengan perputaran uang yg sedemikian besar, serta waktu pasar yg buka 24 jam Senin sd Jumat. Maka suatu pair forex(GBPUSD,USDJPY,EURUSD,dll) dapat bergerak secara dinamis dalam ukuran pips = 100 s/d 250 pips. Tentunya ini akan bergantung dari jenis pair yg diperdagangkan.
Nah, dari pergerakan 100-250 pips inilah, banyak orang(trader) memanfaatkan atau melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan ataupun penghasilan tambahan.
Berapakah Potensi Pendapatan
Dalam trading forex, trader bisa bebas mengatur berapakah nilai ekuivalen 1 pips terhadap Dollar(atau mata uang tertentu). Contohnya:
- 1 Pips Ekuivalen 0.1$
- 1 Pips Ekuivalen 1$
- 1 Pips Ekuivalen 10$
- dst
Jadi seumpama kita ambil saja pergerakan pips adalah 100 pips/hari, serta pengaturan pips adalah ekuivalen 0.1$/pips, maka potensi keuntungan adalah10$/hari. Dan apabila pengaturan setting adalah 1$/pips, maka potensi pendapatannya adalah 100$/hari.
Dengan Modal Berapa Untuk Bisa Mendapatkan Keuntungan Serta Melakukan Trading Forex Online ?
Dengan perkembangan sistem trading forex online yg ada sekarang ini, Anda berkesempatan untuk bisa ikut dalam trading walau hanya dengan modal yg relatif sedikit. Katakanlah seperti contoh diatas, dengan target 10$/hari, Anda bisa ikutwalau dengan modal 100$ saja. Kok bisa ya? ya bisa, karena adanya fasilitas yg disediakan oleh broker. Kita tidak akan membahas dulu tentang fasilitas ini, karena bagi Anda yg masih awam, nanti bisa membikin Anda pusing duluan :)
Requirement Trading Forex Online
Untuk bisa melakukan trading forex online tidak diperlukan macam-macam peralan atau media. Cukup komputer PC yg dilengkapi koneksi internet. Ya, cukup itu saja, bahkan apabila Anda ingin trading lewat perangkat canggih(gadget, smartphone, ipad, handphone) juga bisa. Anda bisa memilih menurut keingingan ataupun kebiasaan Anda. Selain itu aplikasi trading forex, sudah sangat maju, bisa dijalankan di OS Windows, dengan installasi, ataupun tanpa instalasi yaitu lewat browser-browser pada umumnya. Jadi tidak diperlukan knowledge atau skill khusus untuk menjalankan aplikasinya. Semua sudah didesain khusus agar end user/pengguna awam dapat dengan mudah mengoperasikannya.
Apakah Trading Forex Cocok Buat Saya ?
Melihat potensi keuntungan serta mudahnya aplikasi trading forex ini, mungkin Anda sudah sangat tertarik/tertantang untuk segera terjun ke trading forex online. Namun ada hal yg perlu Anda ketahui sebelumnya, yaitu: Bahwa trading forex merupakan jenis perdagangan yang dikategorikan beresiko tinggi. Lebih tinggi dibandingkan dengan trading saham misalnya. Ini artinya apa ? Artinya selain potensi keuntungan, potensi kerugian juga sangat besar. Disini melibatkan resiko kehingan modal dalam waktu cepat, apabila Anda secara sembrono(ngawur) dalam trading forex. Apabila Anda tergolong model orang yg agresif(berani menerima resiko tinggi) dalam investasi, maka forex mungkin cocok untuk Anda. Apabila tidak, sebaiknya tinggalkan saja.
Apakah Trading Forex Online itu Sulit?
Tidak ada jawaban untuk ini, untuk sekedar bisa trading forex online sih sangat mudah, mengingat pengoperasian aplikasi yg mudah serta modal yg kecil sudah bisa. Bahkan untuk sekedar belajar saja, tidak usah pakai modal, bisa memanfaatkan fasilitas demo dari broker forex.
Jadi, jawaban sangat normatif sekali :) mudah kalau Anda benar-benar menguasai, sulit bagi yg tidak sungguh-sungguh alias hanya ngawur saja... Sekarang terserah Anda.
Bagaimana Belajar Memulai Trading Forex?
Adalah bijaksana, apabila Anda mengenal dulu sebelum benar-benar terjun ataupun memutuskan. Anda bisa memulai belajar forex lewat rubrik belajar forex yg kami sediakan.
Bagi Anda yg benar-benar masih newbie/awal, pada rubrik belajar telah diurutkan dalam menu dibagian kanan, untuk membantu tahap pembelajaran, silahkan diklik satu-persatau.
Bersabar untuk membaca dan mengetahui dengan lengkap dan benar, seluk-beluk trading forex online. Satu tips di awal: apabila Anda benar-benar penasaran dengan trading forex online ada baiknya Anda manfaatkan fasilitas demo trading dari broker forex dengan baik.
Learn, Practise, Demo, Profit, Stable, And Get Real..
Jumat, 08 Maret 2013
MAKALAH PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setiap warganegara hakekatnya dituntut
untuk dapat hidup berguna dan bermakna bagi negara dan bangsanya. Untuk itu
diperlukan bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) yang
berlandaskan pada nilai-nilai agama,
moral dan budaya bangsa. Fungsinya adalah sebagai panduan dan pegangan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan nilai budaya bangsa menjadi pijakan
utama, karena tujuan pembelajaran ialah untuk
menumbuhkan wawasan dan kesadaran
bernegara, juga sikap dan perilaku cinta
tanah air yang bersendikan budaya bangsa.
Pendidikan Kewargaan (civic
education) sesungguhnya bukanlah agenda baru di muka bumi. Hanya saja, proses
globalisasi yang melanda dunia pada dekade akhir abad 20 telah mendorong
munculnya pemikiran baru tentang pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara.
Di Eropa, Dewan Eropa telah memprakarsai proyek demokratisasi untuk menopang
pengembangan kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Hal yang sama juga terjadi
di Australia, Canada, Jepang dan negara Asia lainnya.
Di Amerika Serikat pendidikan
kewarganegaraan diatur dalam kurikulum
sosial selama satu tahun, yang pelaksanaannya diserahkan kepada negara-negara
bagian. Materi yang diajarkan diarahkan pada :
1. Bagaimana menjadi warga yang produktif dan
sadar akan haknya sebagai warga Amerika
dan warga dunia.
2. Nilai-nilai dan prinsip demokrasi
konstitusional.
3. Kemampuan mengambil keputusan selaku warga
masyarakat demokratis dan multikultural di tengah dunia yang saling tergantung.
Di Australia, pendidikan kewarganegaraan
ditekankan pada discovering democracy,
yaitu:
1). Prinsip, proses dan nilai demokrasi
2). Proses pemerintahan
3). Keahlian dan nilai partisipasi aktif di
masyarakat.
Di Negara-negara Asia, Jepang
misalnya, materi pendidikan kewarganegaraan ditekankan pada Japanese history,
ethics dan philosophy. Di Filipina materi difokuskan pada : Philipino, family
planning,
taxation and landreform, Philiphine
New Constitution dan study of humanity
(Kaelan, 2003:2). Hongkong menekankan pada nilai-nilai Cina, keluarga, harmoni
sosial, tanggung jawab moral, mesin politik Cina dan lain-lain. Taiwan
menitikberatkan pada pengetahuan kewarganegaraan(disusun berdasarkan psikologi,
ilmu sosial, ekonomi, sosiologi, hukum dan budaya); perilaku moral (kohesi sosial,
identitas nasional dan demokrasi); dan menghargai budaya lain. Thailand,
berusaha :
1. Menyiapkan pemuda menjadi warga bangsa dan
warga dunia yang baik.
2. Menghormati orang lain dan ajaran Budha.
3. Menanamkan nilai-nilai demokrasi dengan
raja sebagai kepala negara.
Beberapa negara yang lain juga
mengembangkan studi sejenis, yang dikenal dengan nama Civic Education. Dari
sini terlihat bahwa secara umum pendidikan kewarganegaraan di negara-negara
Asia lebih menekankan pada aspek moral (karakter individu), kepentingan komunal, identitas nasional
dan perspektif internasional, sedangkan Amerika dan Australia lebih difokuskan
pada pentingnya hak dan tanggung jawab individu, sistim dan proses demokrasi,
HAM dan ekonomi pasar (Sobirin, 2003:11-12).
B.
Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari permasalahan
tersebut maka kita dapat membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana manfaat dan tujuan yang
diharapkan?
2. Bagaimana perkembangan pendidikan bela
negara?
3. Bagaimana pentingnya Mata Kuliah pendidikan
Kewarganegaraan bagi mahasiswa?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui manfaat dan tujuan yang diharapkan, perkembangan pendidikan bela
negara dan pentingnya mata kuliah pendidikan Kewarganegaraan bagi mahasiswa.
BAB
II
LANDASAN TEORI
A.
Latar Belakang dan Sejarah Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia
§ Tahun 1945 – 2004 negara Indonesia menuju
demokrasi.Pemilu belum luber, masih menggunakan wakil rakyat ( DPR )
§ Tahun 1994 oleh AS baru memasukkan Civic Education
dalam pendidikan
§ Dewan erpa merespon dan memprakarsai untuk
mengembangkan kurikulum pendidikan kewarganegaraan
§ Kecenderungan pembangunan kurikulum pendidikan di Eropa
mempengaruhi sikap Negara – Negara di Asia, mislanya jepang, Indonesia.
§ Era goalisasi di tingkat local maupun regional,
pengembangan pendidikan Kewarganegaraan menjadi tuntutan jaman.
§ Generasi muda mengatakan “Bela Negara hanya menjadi
kewajiban para aparat Negara”.
Kemudian muncul
penelitian penelitian daei berbagai Negara di Dunia, yaitu :
§ Perlunya melakukan kajian ulang terhadap prinsip –
prinsip dan tujuan pendidikan di Indonesia. UUD 1945 : 27( WNI wajib membela
Negara)
§ Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang beragam
tentang prakte operasionalisasi pendidikan di berbagai Negara.
§ Pendidikan kewarganegaraan di Australia meliputi 3
mapel yaitu Sosiologi, Geografi, dan Sejarah.
§ Di hongkong pendidikan kewraganegaraan merupakan mata
pelajaran pilihan melalui pelajaran eksra kurikuler, papan display, dan diskusi
– diskusi tingkat sekolahan.
§ Di Jepang pendidikan Kewarganegaraan diberikan melalui
pendidikan moral, agama, serta ilmu social, ketiga maple tersebut merupakan
mapel wajib.
§ Di Taiwan mapel wajibnya yaitu ; sejarah, politik,
bidang studi ekonomi, sosiologi, kewarganegaraan.
§ Di Indonesia menggunakan separate approach ( berdiri
sendiri ) melalui mapel khusus yaitu ; Pkn, Mata kuliah dasar khusus untuk
Perguruan Tinggi ( Pancasila dan kewiraan, penataran P4 ). Mata kuliah tersebut
gagal karena terlalu normative, materi cenderung militeristik, dan pendidikan
tak demokratis.
§ Beberapa kegagalan di atas memberikan gambaran bahwa
perubahan paradigm dalam civic education yang dikembangkan di lembaga
pendidikanPerubahan dalam paradigm materi diarahkan secara sistematis
pada pengembangan wacana demokrasi yang berkembang, sednagkan perubahan
paradigm metodologis di arahkan untuk mengembangkan daya nalar anak didik
secara kritis dalam kelas – kelas yang partisipatif sehingga mereka benar benar
dapat mengalami demokrasi dalam pembelajaran mereka.
§ Latar belakang di atas member pengertian akan
pentingnya civic education di Indonesia atas pertimbangan lemahnya nilai –
nilai good citizen pada masyarakat yang sedang mengalami transformasi dan nilai
– nilai otoritarianisme ke nilai nilai demokrasi.
§ Dengan demikian perlu civic education sebagai salah
satu jalan terbaik mengubah mentalitas masyarakat Indonesia agar menjadi warga
Negara yang partisipatif di negerinya sendiri.
§ Sala satu peluang dalam mengembangkan civic education
di Indonesia adalah melalui lembaga perguruan tinggi,Perguruan tinggi memiliki
akses yang kuat dengan masyarakat, akrena kepercayaan masyarakat bahwa
perguruan tinggi merupakan wadah bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang di
aplikasikan melalui Tri Dharama Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian,
dan pengabdian pada masyarakat.Di samping itu perguruan tinggi juga memiliki
aksesa yang kuat untuk melibatkan elemen – elemen bangsa yang lain, seperti
LSM.
§ Semangat dan jiwa yang tertuang dalam pembukaan dan
batang tubuh UUD 1945 (antara lain pasal 30), serta pengalaman perjuangan
bangsa Indonesia untuk menjamin tetap tegaknya NKRI selama lebih dari setengah
abad telah menumbuhkan tekad dan keyakinan bangsa Indonesia serta merupakan
suatu hal yang tak terelakan, bahwa kelangsungan hidup bangsa dan Negara
Indonesia.
Semangat demikian inilah yang tersirat dalam pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa “ Tiap-tiap warganegara Indonesia berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara”. Rumusan pasal 30 UUD 1945 ini mengandung makna adanya semangat semangat “demakratisasi” dalam penyelenggaraan pembelaan Negara. Dekratisasi dalam bidang aspek-aspek kehidupan bangsa, mempersyaratkan tiap-tiap warganegara memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya itu. Namun demikian disadari bahwa kesadaran warganegara terhadap hak dan kewajibannya itu tidak dibawa sejak lahir, tetapi harus ditanamkan, ditumbuhkan serta dikembangkan yaitu melalui upaya sosialisasi.
Sosialisasi adalah upaya memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada seseorang agar ia dapat melaksanakan peranannya dalam kehidupan social tertentu. Upaya sosialisasi yang terbaik adalah melalui pendidikan. Berdasarkan pada pemikiran demikian itu, pendidikan kewiraan sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan kesadaran hak dan kewajiban warganegara dalam bela Negara dimasukan dalam kurikulum pendidikan tinggi.
Semangat demikian inilah yang tersirat dalam pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa “ Tiap-tiap warganegara Indonesia berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara”. Rumusan pasal 30 UUD 1945 ini mengandung makna adanya semangat semangat “demakratisasi” dalam penyelenggaraan pembelaan Negara. Dekratisasi dalam bidang aspek-aspek kehidupan bangsa, mempersyaratkan tiap-tiap warganegara memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya itu. Namun demikian disadari bahwa kesadaran warganegara terhadap hak dan kewajibannya itu tidak dibawa sejak lahir, tetapi harus ditanamkan, ditumbuhkan serta dikembangkan yaitu melalui upaya sosialisasi.
Sosialisasi adalah upaya memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada seseorang agar ia dapat melaksanakan peranannya dalam kehidupan social tertentu. Upaya sosialisasi yang terbaik adalah melalui pendidikan. Berdasarkan pada pemikiran demikian itu, pendidikan kewiraan sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan kesadaran hak dan kewajiban warganegara dalam bela Negara dimasukan dalam kurikulum pendidikan tinggi.
§ Dalam era reformasi, berturut-turut dengan keputusan
Mendiknas No.232/U/2000, Kep Dirjen Dikti No.38/Dikti/Kep/2002, ditentukan
bahwa nama mata kuliah Pendidikan kewiraan secara formal tidak lagi digunakan,
istilah yang digunakan Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam komponen kurikulum
Pendidikan tinggi. Pendidikan kewarganegaraan bersama-sama pendidikan pancasila
dan pendidikan Agama merupakan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).
BAB
III
PEMBAHASAN
A. Manfaat dan tujuan yang diharapkan
Generasi penerus melalui pendidikan
kewarganegaraan diharapkanakan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa
berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan
hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela
negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku yang cinta tanah air
berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya
Negara Kesatuan Republik Indonesia.Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan
adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku
yang cinta tanah air, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri
warga negara Republik Indonesia. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan
kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju,
tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional,
bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pengembangan nilai, sikap, dan kepribadian
diperlukan pembekalan kepada peserta didik di Indonesia yang diantaranya
dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar,
Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam
kehidupan) yang disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK)
dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.
Hak dan kewajiban warga negara, terutama
kesadaran bela negaraakan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat
merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh–sungguh
merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari–hari.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil
akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari
peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sadar akanhak dan
kewajiban sebagai warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh
kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan
teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan,
warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa, dan
menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara
konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti
yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 “.
Dalam perjuangan non fisik, harus
tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk
memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan
nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar
memiliki daya saing; memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.
B.
Perkembangan Pendidikan Bela Negara
1. Pengertian dan pemahaman tentang
Bangsa dan Negara.
Di dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah orang–orang yang memiliki kesamaan asal
keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri.Atau bisa
diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa
dan wilayah tertentu dimuka bumi.
Jadi Bangsa Indonesia adalah
sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya
sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Negara
adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang
sama–sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu
pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa
kelompok manusia tersebut.Atau bisa diartikan sebagai satu perserikatan yang
melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan
untuk memaksa bagi ketertiban sosial.
2. Situasi NKRI terbagi dalam
periode–periode.
Tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan
sampai 1965 disebut periode Orde Lama. Ancaman yang dihadapi datangnya dari
dalam maupun dari luar, langsung maupun tidak langsung, menumbuhkan pemikiran
mengenai cara menghadapinya. Pada tahun 1954, terbitlah Produk Undang–Undang
tentang Pokok–Pokok Perlawanan Rakyat (PPPR) dengan Nomor 29 Tahun
1954.Sehingga terbentuklah organisasi–organisasi perlawanan rakyat pada tingkat
desa (OKD) dan sekolah-sekolah (OKS).
Tahun 1965 sampai 1998 disebut periode
baru atau Orde Baru.Ancaman yang dihadapi dalam periode ini adalah tantangan
non fisik.Pada tahun 1973 keluarlah Ketetapan MPR dengan Nomor IV/MPR/1973 tentang
GBHN, dimana terdapat penjelasan tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan
Nasional. Lalu pada tahun 1982 keluarlah UU No. 20 Tahun 1982 tentang
Ketentuan–Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia, dengan
adanya penyelenggaraan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dari Taman
Kanak–Kanak hingga Perguruan Tinggi.
Tahun 1998 sampai sekarang disebut
periode Reformasi, untuk menghadapi perkembangan jaman globalisasi maka
diperlukan undang–undang yang sesuai maka keluarlah Undang–Undang Nomor 2 Tahun
1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur kurikulum Pendidikan
kewarganegaraan.
C.
Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa
Setiap kali kita mendengar kata
kewarganegaraan, secara tidak langsung otak merespon dan mengaitkan
kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada saat sekolah, dan mata
kuliah kewarganegaraan pada saat kita kuliah.Bisa jadi kata kewarganegaraan di dalam
memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari sekolah dasar hingga
sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraan yang harus dipelajari, dan
ternyata saat kuliah juga ada. Dan di dalam bangku perkuliahan kita akan
mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan Kewarganegaraan menjadi
mata pelajaran setelah terpecah dari PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan.Pada awalnya di gabung menjadi satu, karena isi dari Pendidikan
Kewarganegaraan sendiri besumber dari Pancasila itu sendiri.Selanjutnya di
pecah menjadi mata pelajaran sendiri karena Pendidikan Kewarganegaraan dianggap
penting untuk di ajarkan kepada siswa dan dalam Pendidikan Kewarganegaraan
diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih luas dan tidak hanya bersumber
langsung dari Pancasila.Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan bagi sebagian
mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila tahap dua, atau bahkan tidak jauh
berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan Sejarah Bangsa. Beberapa
materinya memang berkaitan ataupun sama. Itulah mengapa Pendidikan kewarganegaraan
selalu “dianak tirikan” dalam percaturan dunia pendidikan.Menurut orang
kebanyakan, lebih penting belajar matematika daripada PKn.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik
kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam
perikehidupan bangsa.
Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa
yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia.
Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok
pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami
proses pembenahan, pembekalan, penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri.
Negara, masyarakat masa datang, diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat
mendukung kokohnya pendirian suatu Negara.
Negara yang akan melangkah maju
membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang
lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk
menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa
turut memiliki. Masyarakat harus disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada
negaranya, bersatu padu dalam rasa yang sama untuk menghadapi krisis budaya,
kepercayaaan, moral dan lain-lain. Negara harus menggambarkan image pada
masyarakat agar timbul rasa bangga dan keinginan untuk melindungi serta
mempertahankan Negara kita.Pendidikan kewarganegaraan adalah sebuah sarana tepat
untuk memberikan gambaran secara langsung tentang hal-hal yang bersangkutan
tentang kewarganegaraan pada mahasiswa.
Pendidikan kewarganegaraan sangat
penting. Dalam konteks Indonesia, pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara
lain mengenai pruralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran
kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu mengajarkan nilai-nilai
kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.
Seperti yang pernah diungkapkan
salah satu rektor sebuah universitas, “tanpa pendidikan kewarganegaraan yang
tepat akan lahir masyarakat egois.Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan,
keragaman yang ada akanmenjadi penjara dan neraka dalam artian menjadi sumber
konflik. Pendidikan, lewat kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait
dengan strategi kebudayaan.”
Beliau menambahkan bahwa ada tiga
fenomena pasca perang dunia II,yaitu :
1. Fenomena pertama, saat
bangsa-bangsa berfokus kepada nation-building atau pembangunan institusi negara
secara politik. Di Indonesia, itu diprakarsai mantan Presiden Soekarno.Pendidikan
arahnya untuk nasionalisasi.
2. Fenomena kedua, terkait dengan
tuntutan memakmurkan bangsa yangkemudian mendorong pendidikan sebagai bagian
dari market-builder atau penguatan pasar dan ini diprakarsai mantan Presiden
Soeharto.
3. Fenomena ketiga, berhubungan dengan
pengembangan peradaban dan kebudayaan. Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia
sudah menampakkan fenomena tersebut dengan menguatkan pendidikannya untuk
mendorong riset, kajian-kajian, dan pengembangan kebudayaan.
Hakikat pendidikan kewarganegaraan
adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga
negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan
pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan
dan kejayaan bangsa dan negara.Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi
ilmu tentang tata Negara, menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa
serta moral bangsa, maka takkan sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan dan
kejayaan Indonesia.
Kompetensi yang diharapkan dari
mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan antara lain agar mahasiswa mampu menjadi
warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai
demokrasi dan HAM, agar mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya mencegah dan
menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai, agar mahasiswa
memilik kepedulian dan mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik
di masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai moral, agama, dan nilai-nilai
universal, agar mahasiwa mampu berpikir kritis dan objektif terhadap persoalan
kenegaraan, HAM, dan demokrasi, agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan
solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik, agar mahasiswa mampu
meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak (berkeadaban).
Pendidikan Kewarganegaraan lah yang
mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih bertanggung
jawab.Karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan begitu saja melainkan
harus dipelajari dan di alami oleh masing-masing orang.Apalagi negara kita
sedang menuju menjadi negara yang demokratis, maka secara tidak langsung warga negaranya
harus lebih aktif dan partisipatif.Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa harus
memepelajarinya, agar kita bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi negara.
Garda kokoh yang akan terus dan terus melindungi Negara walaupun akan banyak
aral merintang di depan.
Kita semua tahu bahwa Pendidikan
Kewarganegaraan mengajarkan bagaimana warga negara itu tidak hanya tunduk dan
patuh terhadap negara, tetapi juga mengajarkan bagaimana sesungguhnya warga
negara itu harus toleran dan mandiri.Pendidikan ini membuat setiap generasi
baru memiliki ilmu pengetahuan, pengembangan keahlian, dan juga pengembangan
karakter publik.Pengembangan komunikasi dengan lingkungan yang lebih luas juga
tecakup dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Meskipun pengembangan tersebut bisa dipelajari
tanpa menempuh Pendidikan Kewarganegaran, akan lebih baik lagi jika Pendidikan
ini di manfaatkan untuk pengambangan diri seluas-luasnya.
Rasa kewarganegaraan yang tinggi,
akan membuat kita tidak akan mudah goyah dengan iming-iming kejayaan yang
sifatnya hanya sementara. Selain itu kita tidak akan mudah terpengaruh secara
langsung budaya yang bukan berasal dari Indonesia dan juga menghargai segala
budaya serta nilai-nilai yang berlaku di negara kita. Memiliki sikap tersebut
tentu tidak bisa kita peroleh begitu saja tanpa belajar.Oleh karena itu mengapa
Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat penting untuk kita pelajari.Oleh karena
itu Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting manfaatnya, maka di masa depan
harus segera dilakukan perubahan secara mendasar konsep, orientasi, materi,
metode dan evaluasi pembelajarannya. Tujuannya adalah agar membangun kesadaran
para pelajar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mampu
menggunakan sebaik-baiknya dengan cara demokratis dan juga terdidik.
BAB
IV
KESIMPULAN & SARAN
Pendidikan
Kewarganegaraan mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih
bertanggung jawab.Karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan begitu saja
melainkan harus dipelajari dan di alami oleh masing-masing orang.Apalagi negara
kita sedang menuju menjadi negara yang demokratis, maka secara tidak langsung
warga negaranya harus lebih aktif dan partisipatif.Oleh karena itu kita sebagai
mahasiswa harus memepelajarinya, agar kita bisa menjadi garda terdepan dalam
melindungi negara. Garda kokoh yang akan terus dan terus melindungi Negara
walaupun akan banyak aral merintang di depan
Dan
sebab itulah mahasiswa harus mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dan
sangat penting manfaatnya, di masa depan harus segera dilakukan perubahan
secara mendasar konsep, orientasi, materi, metode dan evaluasi pembelajarannya.
Tujuannya adalah agar membangun kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai
warga negara dan mampu menggunakan sebaik-baiknya dengan cara demokratis dan
juga terdidik.
Daftar Pustaka
·
Kamis, 26 Juli 2012
Kelebihan serta kekurangan Winconnect
Beberapa kelebihan Winconnect
• Berjalan di Windows XP (Versi Home atau Profesional) tanpa perlu memakai Operation System Server seperti Windows 2000 Server.
• Mengcloning seluruh kemampuan server dan seluruh software-software yang dimilikinya yang dapat dijalankan di client tanpa membebani client sama sekali.
• Apabila client berjalan di Windows XP cukup menggunakan Remote Display Protokol yang sudah ada pada windows XP.Namun apabila user menggunakan windows 98/Me cukup menginstall RDP windows XP.
• Dapat digunakan di linux, windows ataupun kombinasi keduanya.Seperti komputer pada server menggunakan linux dengan windows sebagai clientnya dan begitu juga sebaliknya.
• Instalasi yang mudah, tidak seperti Citrix yang harus berjalan di win2000 Server dan instalasi yang rumit serta harus membutuhkan kejelian.
• Ukuran file sangat kecil yaitu Cuma 9,5 MB dibandingkan dengan citrix yang ukurannya mencapai 300 MB.
• Dengan program ini kemampuan server akan dimanfaatkan untuk jumlah user/client secara bebas. Dibandingan dengan windows teriminal service milik windows 2000 harus mendapatkan licensi untuk setiap clientnya.
• Resolusinya menyesuaikan dengan resolusi client , bisa memilih resolusi pixel yang kita kehendaki misalnya 460 x 480, 800 x 600 , 1024 x 768 atau lebih dari itu sesuai kemampuan monitor client dan bisa dalam mode full screen.
• Bagus digunakan untuk Warnet, perkantoran yang dapat menghemat ketika akan memperbaruhi hardwarenya. Karena penerapanya tidak perlu rumit, cukup dengan mengganti/mengupgrade server. Dan amat efisien karena seluruh programnya akan terdapat di server, sehingga tidak perlu lagi menginstal di client.
Beberapa Kekurangan Winconnect
Beberapa dari kekurangan software winconnect ini sebagai berikut :
• Seperti pada software terminal emulator lainya, bila terjadi kerusakan pada server maka semua client tidak dapat dijalankan karna semua pekerjaan dibebankan kepada server.
• Kinerja server bila dipakai terus menerus akan mengalami haus dan crash, akan tetapi bisa diatasi dengan memperbesar spesifikasi server serta dengan melakukan perawatan.
• Pemakaian dalam jangka waktu yang sangat panjang akan memperpendek umur hardware server, apalagi kalau jumlah client yang terkoneksi berjumlah banyak.
• Jika client yang terkoneksi pada server terlalu banyak, maka kinerja pada server akan menurun.
• Terbatas untuk aplikasi game kelas atas. Namun untuk game standar masih bisa.
Cloning dengan Winconnect
Pengenalan Winconnect
Winconnect merupakan salah satu software terminal emulator yang digunakan untuk memungkinkan Linux Base terminal atau pun Windows base terminal (win95/98, Win XP, Win 2000, dll) utk dikoneksikan ke terminal emulator (WinXP , Windows Server) melalui Remote Display protokol (RDP) ataupun Remote Web Desktop Connection.Hal itu dilakukan karena untuk menghemat resource dan rupiah tentunya. Dengan hanya memanfaatkan Windows server sehingga user dapat memanfaat secara real time semua resource yang dimiliki windows server tersebut, oleh sistem operasi lainnya seperti LINUX ataupun berbagai macam platform Windows OS bahkan PDA. Untuk dapat membuat Pentium 486 atau personal digital assistant (PDA) dapat digunakan (Lokal Area Network) LAN atau Via internet. Jadi dalam Hal ini user/client hanya sebagai input-output keyboard dan mouse yang mana semua proses dilakukan di server. Dalam instalasi software winconnect hampir sama seperti memasang jaringan LAN, setelah koneksi antar sesama user tersambung barulah software tersebut diinstal. Jika ingin menggunakan winconnect tersebut dalam banyak PC, maka bisa menggunakan switch untuk alat pembantunya. Software ini bisa mengcloning maksimal 40 PC-Station.
Winconnect dalam penginstalanya sangat mudah. Kemampuan PC yang menjalankan Windows XP atau Win Server akan bisa dijalankan diatas windows 95/98, Win Me, Win2000 dan Win XP bahkan linux Mandrake dan Linux RedHat dan berbagai macam platform linux lainnya, bahakan bisa juga untuk PDA, secara bersamaan dan berdiri sendiri layaknya server. Kemampuan Winconnect ini seperti mencloning seluruh kemampuan server termasuk seluruh program- programnya tanpa terkecuali termasuk pula semua resource PC seperti CD ROM, Internet Conection, Harddisk, Printer dan lain sebagainya. PC client nantinya hanya bertugas untuk booting dan shut down PC, sedangkan seluruh aktifitas berada di server, semua PC baik server maupun client berdiri sendiri secara bersamaan/realtime[20].
Spesifikasi Minimun Winconnect
· CPU berbasis Pentium III/IV
· Memori minimal 256 MB (dianjurkan lebih besar)
· Harddisk minimal 8 GB
· Floppy Disk Drive (FDD)
· CD Rom Drive
· Sound Card
· Ethernet Card (LAN Card) 10 atau 10/100 Mbps
· Keyboard & Mouse
· Monitor VGA SVGA
· Modem (jika diperlukan untuk koneksi internet)[10].
Langganan:
Postingan (Atom)